Wednesday, December 6, 2017

Itulah Hidup

"Yah, Itulah hidup..."
Kata kata yang selalu saya ucapkan klo sudah speechless. Hehee.. 
Kenapa? 
Yah.. Karena itulah hidup. 
Ga semuanya perlu dijawab saat itu juga kan.. Klo saat itu tidak ada jawaban, ya sudah jangan ngotot. Terimalah. 

Pelajaran itu saya dapat bukan dari quotes2 orang ya, tapi dari perjalanan hidup.
Saya pernah dihadapkan pada pengalaman dimana hidup saya selalu dipenuhi dengan ke-ngotot-an. Waktu itu saya percaya bahwa semua yang ada di dunia ini pasti bisa dijelaskan dan dibentuk sedemikian rupa sesuai keinginan kita. Semuanya. Termasuk kenapa orang ada yang rambutnya keriting, berombak dan lurus. Semua ada teorinya. 
Kalo lu ga bisa artinya lu lemah! Hahaha..
Ahh, masa masa itu ya.. Klo saya ingat2 kembali masa itu, heran saya.. Kok bisa ya hidup orang kaya gitu..? Uwoow banget deh!

Dari lahir saya suka berencana. Mulai dari bangun tidur, hal pertama yang saya pikirkan adalah apa, bagaimana dan kapan. Cerita mama saya, dulu waktu saya belum sekolah, saya sering nanya "mama, ngapain kita hari ini? Kemana kita? Kapan kita pergi?" Itu terus pertanyaannya.. Kasian ya si mama, tertekan oleh plan and timeline saya. Hehehe.. 
Dari kecil hobi saya main cerita-ceritaan. Saya selalu merangkai cerita dan menjadi sutradara buat teman2 saya, semua saya yang atur alur ceritanya. Tidak ada yang keluar dari skenario. Lanjut ke sekolah dan kuliah, berencana masih hobi saya. Dan kebanyakan memang rencana2 itu selalu berjalan dengan mulus. Jadi saya besar dengan prinsip "klo mau berhasil harus berencana." Klo ada kegagalan, pasti karena ada sesuatu dalam rencana yang salah. So always.. be detailed and be prepared. Hmmm... 

Waktu berjalan, saya bertambah umur.. Singkat cerita, saat itu saya punya sebuah rencana yang sudah disiapkan dengan matang-sematangnya, semuanya. Dengan detail dan terencana, mulai plan A ke Z.

Tetaaapi, kali ini hasilnya berbeda dari biasanya! Tidak ada yang sepertidirencanakan dari plan A ke Z, meleset semua! Parahnya lagi, hasil itu terlihat hanya dengan hitungan detik! Berubah! Langsung di depan mata saya. Saya menghabiskan beberapa tahun untuk berencana, dan saya gagal hanya hitungn detik. 

Saat itu saya hanya terdiam, freezing. Banyak yang melihat dan tidak berani bertanya, kenapa. Hanya hati kecil yang berani bertanya dan itupun tak terucap karena terlalu takut dan heran..

DAN, momen itulah yang mengajarkan saya bahwa "itulah hidup.."

Itulah hidup.. Ada misteri.. Bahkan penuh dengan misteri..
Saya tersadarkan bahwa ada hal diluar kekuatan manusia, yang punya kuasa untuk mengatur semuanya ini. Kekuatan super. 
Dan itulah juga hidup.. yang kadang tidak membutuhkan pertanyaan atau jawaban, tapi cukup diterima. Ini nih yang paling berat.. Diterima. 
Saya sering nolak jika sesuatu itu tidak sesuai dengan keinginan. Ga mau, harus dirubah. Tapi kali ini beda, Harus diterima. 

Jadi, Itulah hidup.
Akan ada masanya kita akan sadar bahwa pertanyaan atau jawaban mungkin tidak perlu disampaikan saat itu juga. Waktu yang akan menjawab, karena tanpa disadari kita akan bertemu dengan sesuatu yang mengingatkan akan sebuah peristiwa dan jawabannya. Dan ga semuanya bisa segampang kata kata dan seluas pikiran manusia.

Itulah hidup.. 
Kadang lucu, kadang tragis.. Ga akan happy terus, akan ada saatnya kita sedih
Ini semua akan berjalan dan berputar kembali ke kita. Seperti roda. Bukan cuma kamu yang menyetir kehidupanmu, ada kuasa lain. Kita bisa berkehendak dan berusaha, tapi ingat ada campur tangan kuasa lain yang super power, yang akan menentukan. 

Itulah hidup..
You'll get what you give, but dont forget there is a miracle! Ada keajaiban lho! Bahkan mungkin cerita di dunia dongeng, mungkin akan datang ke kehidupan kita. 

So.. What's next? 
Yes, everything happen for a reason, but sometimes everything happen because thats the time to be happened. Just enjoy your journey, stay calm and relax :)





Saturday, December 2, 2017

Kenapa sih orang berdonasi?

Itu pertanyaan yang dtanyakan oleh seseorang yang heran dengan pekerjaan saya sebagai fundraiser. 
Hehee.. 

Dulu.. Awal saya memulai pekerjaan ini, saya juga bertany hal yang sama, bahkan meragukan keberhasilannya. " Memang ada orang yang mau berdonasi?"
Kalo sesekali mungkin deh, tapi kalo rutin setiap bulan?? .. Kbetulan dunia fundraising yang saya jalani adalah untuk program donasi bulanan. 

Akhirnya pertanyaan ini terjawab seiring dengan waktu. 
Pengalaman membuat saya bertemu dengan banyak tipe orang dan tentu saja respon. 
Semua pengalaman itu menyadarkan saya akan sesuatu yang bernama inspirasi. 
Sampai pada kesimpulan bahwa orang tidak mungkin berdonasi jika dia tidak percaya. 
Kepercayaan itu didapat dari inspirasi. 
Inspirasi adalah sebuah momen 'aha' ketika dia tersadarkan akan sesuatu. 
Inspirasi itu diperoleh ketika kata kata menjadi sebuah makna yang menggerakan seseorang untuk percaya akan perubahan dan segera bertindak. 

Nah disinilah peran para fundraiser. Menginspirasi. 

Ketika seorang fundraiser berhasil memberikan inspirasi ke lawan bicaranya, muncullah perubahan. Perubahan dari yang tadinya tidak mungkin, menjadi bisa. 
Perubahan yang tadinya tidak, menjadi iya saya percaya.

Jadi itulah jawaban dari keraguan saya dulu tentang apakah orang ada yang mau berdonasi?

Ada dan bisa, kalo kamu inspirasi. Kalo kamu ajak. 

Jadi, kegagalan seorang fundraiser adalah ketika dia meragukan apa yang dia kerjakan. 
Klo ga percaya, semua kata kata akan menjadi tak bermakna. Lewat begitu saja ditelan angin atau ditean riuhnya suara di jalan atau mall. 
Mungkin fundraisernya adalah seorang pemain sandiwara ya, dia bisa merangkai kata kata dengan penuh penghayatan seperti real, dia mungkin akan berhasil. Tapi itu hanya sesaat. Akan ada saatnya dia lelah dan kehabisan kata kata lagi. Juga.. Pemirsa atau orang yang dia ajak bicara akan bosan dengannya. 
Soal kegagalan ini, saya cerita lebih dalam di bagian lain ya.

Kembali ke pertanyaan "kenapa orang berdonasi?" 
Jawabannya adalah karena dia terinspirasi dan diajak oleh fundraiser. 

Jadi kalo kamu ngaku adalah seorang fundraiser, percayalah dengan apa yang kamu kerjakan, niscaya kamu akan berhasil. 

Hmmm....



Friday, July 8, 2016

Menanam sayur dirumah

Mari kita berkebun! Menanam sayur dikebun kita :) 

Tes pertama adalah menaman pakcoy, bayam, cabe dan tomat ceri. 
Saya tanam semua bibitnya di sebuah tempat yang dibuatkan oleh si papi dan dicat oleh saya sendiri. Rencananya ini adalah tempat untuk pembibitan semua tanaman yang mau saya tanam. Ini dia penampakannnya : 




Jadi semua benih saya tanam disitu dEngan masing2 dibtasi oleh batu. 

Sebenarnya agak2 salah sih cara ini, karena seharusnya saya tuh semai benih bayam dan pak coy sendiri. Karena klo kata banyak orang sih itu tanaman ga bis dipindahin. Jd sekalinya udah tumbuh ya harus disitu terus ditanam. Kalo mau dipindah bisa mati, karena kan ringkih tuh akarnya.. Dan juga sharusnya tiap benih itu ditanam rapi dan berjarak. Jangan disebar gitu aja... Yaah.. 

Ya sudah gpp, butuh kesalahan supaya makin jago kan :) 

Sejauh ini, yang sudah menunjukkan tnda tanda khidupan adalah pak coy! Udah pada ada kecambahnya :) Begini penampakannya : 

Pak choy umur 4 hari

Semangat!!!


Thursday, June 30, 2016

Memilih KPR Bank

Hi teman-teman, 

Saya mau share tentang lika liku perjalanan saya dalam mencari bank yang tepat untuk proses KPR. 

Kalo dari pengalaman sih ya, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan hingga akhirnya memutuskan untuk memilih suatu bank, yaitu :

  • Jangan cepat tergiur dengan slogan DP yang kecil. Karena sebenarnya sih sama aja ya berapa harga rumah plus bunga / margin dari bank, yah segitulah utang yang harus dibayar sama kita. Jadi sih ya, kalo saya hitung-hitung, lebih baik maksimalkan angka DP, supaya utangnya ga besar. Karena kalo DP kecil, yang untung bakal gede itu yah banknya.. Coba hitung aja deh, misal harga rumah 500 juta, tapi kita bayar DP cuma 50juta. Jadi utang kita 450 juta kan.. nah utang itulah yang dibungain atau dimarginin (istilah bank syariah ya) sama bank. Jadi kalo saya fokus sama berapa harga total rumah akhirnya setelah ditambah dengan bunga / margin dari bank. Nah itulah patokannya untuk bisa dipertimbangkan. 
  • Sama seperti point yang diatas, yaitu utamakan untuk menghitung total harga rumah dengan menjumlahkan DP + pinjaman bank + bunga / margin bank. Kalo bisa sih ya malah, tenor KPRnya diperkecil.. Soalnya kan semakin lama bunga/ marginnya semakin besar.. Tapi itu semua sih harus dihitung dengan cermat sesuai dengan kemampuan kita ya. 
  • Setelah dapat total harga rumah, coba tanya deh sama orang banknya, ada keringanan ga untuk biaya KPRnya. Misal free biaya provisi, BPHTB atau diskon di asuransi. Kebetulan sih ya, waktu saya ambil KPR, saya dapat banyak diskon. Hehhee.. Ohya, saya ambil KPR di Bank BNI Syariah. Pas saya ambil, lagi ada promo free biaya provisi dan appraisal. Tapi walaupun lagi promo ya.. namanya juga ibu-ibu ya, selaku menteri keuangan, masih minta diskon lagi dong.. Akhirnya saya dikasi diskon lagi buat biaya Asuransi Jiwanya. Lumayan bisa menghemat 2-jutaan.. Biaya administrasi KPR itu soalnya kalo ditotal total plus pajak apalagi ya,, lumayan boo!! Makanya seneng banget deh begitu dapat diskon sana-sini..  Pokoknya setelah ditotal, kira-kira saya habis sekitar 3% dari harga rumah untuk semua biaya KPR dan pajaknya. Hidup tawar-menawar!
  • Cari bank yang CP (contact personnya komunikatif. Ini sih pengalaman kemarin ya, CP saya kemarin agak susah dan lama untuk kasi info. Ditelpon ga balas, di whatsapp, baru besok dibalas, itupun sepenggal-penggal.. Hmmm.. Gemes banget sama mbak-mbaknya.. Untung aja bapak developer rumah mau bantu untuk soal komunikasi sama bank. Saya lebih cepet dapat info dari dia daripada sama bank. Tapi soal CP ini, yahh point yang kesekian lah, gpp juga agak susah komunikatif, yah tinggal kitanya aja yang terus ngejar ngingetin kan. Yang penting klo bunga /margin sudah masuk ke hitungan kita dan cocok, sudah cukup kok.. 
  • Pilih bank Konvensional / Syariah..? ini memang pilihan yang lumayan panjang ya.. Harus dihitung dulu semuanya. Saya sih suka syariah karena setelah saya hitung dengan perbandingan sama bank yang konvensional memang lebih rendah jadinya. Saya buat perbandingan pinjaman dengan tenor yang sama antara bank konvensional dan syariah, sampe pake excel lhoo.. ternyata total harga rumahnya memang lebih rendah syariah. Plus ada free di biaya admin-adminnya. Ohya, selain itu juga karena pertimbangan cicilan tetap disetiap bulannya itu yang bikin saya akhirnya memutuskan untuk ambil syariah. Jadi pasti akan memudahkan kita untuk buat perencanaan keuangan di setiap bulan dan tahunnya. Jadi akhirnya saya dan suami memutuskan untuk ketok palu ambil di bank syariah. 
Kurang lebih itu sih ya kalo dari pengalaman saya dalam mencari KPR yang terbaik buat diambil. Tapi pasti info ini masih banyak yang kurang, jadi silahkan dilanjut guglingnya yaa.. Saya doain semoga kamu yang lagi cari rumah, bisa terus dilancarkan semua prosesnya. Amiin!